Tampilkan postingan dengan label geografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label geografi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Agustus 2015

      PENDAHULUAAN
A. Latar Belakang
             Semakin hari bumi tempat manusia berdiri akan semakin tua, karena itu diperlukan kesadaran dari diri kita untuk dapat menjaga bumi ini dengan baik dan benar. Jika kita tidak mempunyai kesadaran akan hal ini maka bisa dipastikan kalau bumi ini semakin lama akan semakin buruk. Hal-hal buruk itu akan menimpa diri kita dan membuat banyak kerugian. Hal terbaik yang bisa kita lakukan saat ini adalah mencegah hal-hal buruk itu terjadi. Karenanya diperlukan kerjasama dari semua pihak. Salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk mengurangi dampak kehancuran bumi ini adalah dengan bagaimana kita harus mengetahui tentang dasar-dasar bumi, berhubungan dalam hal ini maka kita harus mempelajari tentang bumi kita, serta ilmu-ilmu yang terdapat didalamnya, yaitu ilmu geografi.
Permasalahannya yang ada di dalam geografi antara lain :
1) apa yang dimaksud dengan ilmu geografi , karakteristik dan ruang lingkup?
2) Tujuan dan kegunaan apa saja yang ada dalam geografi?
3) Bagaimana sejarah perkembangan geografi?
4) Hubungan geografi dengan ilmu sosial lainnya?
5) Apa konsep-konsep dasar geografi?
6) Teori-teori apa saja yang ada dalam ilmu geografi?
Penulisan makalah ini bertujuan :
1) Sebagai salah satu tugas Mata Kuliah IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) dan juga sebagai latihan bagi mahasiswa untuk berperan aktif dalam proses perkuliahan Mata Kuliah IPS, dan
2) Untuk mengetahui berbagai macam permasalahan seputar geografi. Tentunya dalam penulisan makalah ini banyak kekurangannya, oleh karena itu kami butuh kritik dan saran dari teman-teman, semoga makalah ini bermafaat bagi kita semua.

                                                           
PEMBAHASAN
A.Pengertian, Karakteristik dan Ruang lingkup
Pengertian Geografi
Geografi berasal dari kata geographyca (bahasa Yunani). Geo artinya bumi dan graphein artinya tulisan, uraian, lukisan atau deskripsi (pemerian). Berdasarkan asal kata tersebut, geografi merupakan ilmu pengetahuan yang menuliskan, menguraikan, atau mendeskripsikan hal-hal yang berhubungan dengan bumi. Meskipun interaksi antara manusia dan lingkungannya merupakan inti kajian geografi, terdapat berbagai pendapat mengenai hakikat, konsep, dan batasan geografi. Akan tetapi, meskipun terdapat berbagai perbedaan pandangan mengenai Geografi, tetapi semua ahli geografi sepakat adanya elemen-elemen yang sama sebagai berikut :
1. Geografi termasuk ilmu pengetahuan bumi dengan objek permukaan bumi sebagai lingkungan hidup manusiadan lingkungan tempat manusia dapat mengubah dan membangunnya.
2. Geografi memperhatikan persebaran manusia dalamruang dan hubungan manusia dengan lingkungannya.
Karakteristik Geografi
Adapunkarakteristik mata pelajaran geografi adalah sebagai berikut :
a. Geografi terutama merupakan kajian tentang fenomena alam dan kaitannya
dengan manusia di permukaan bumi.
b. Geografi mempelajari fenomena geosfer, yaitu litosfer, hidrosfer, atmosfer,
biosfer dan antroposfer.
c. Pendekatan yang digunakan dalam geografi adalah pendekatan keruangan, pendekatan kelingkungan maupun analisis kompleks wilayah.
d. Tema – tema esensial dalam geografi dipilih dan bersumber serta merupakan
perpaduan dari cabang – cabang ilmu alam dan ilmu sosial atau humaniora,
Ruang lingkup geografi
Secara garis besar, seluruh objek kajian geografi dapat dibedakan atas dua aspek utama, yaitu aspek fisik dan aspek sosial. Aspek fisik meliputi aspek kimiawi, biologis, astronomis, dan sebagainya, sedangkan aspek social meliputi aspek antropologis, politis, ekonomis dan sebagainya.Jika bumi dipandang dari segi teori lingkungan hidup, permukaan bumi dapat dikelompokkan menjadi tiga lingkungan sebagai berikut :
  • Lingkungan fisikal atau abiotik adalah segala sesuatu disekitar manusia yang berupa makhluk tak hidup, misalnya tanah, udara, air dan sinar matahari.
  • Lingkungan biologis atau biotic adalah segala sesuatu disekitar manusia yang berupa makhluk hidup, seperti binatang, tumbuhan, termasuk didalamnya adalah manusia.
  • Linkungkan sosial adalah segala sesuatu disekitar manusia yang berwujud tindakan atau aktivitas manusia baik dalam hubungannya dengan lingkungan alam maupun hubungan antar manusia.
Tujuan dan kegunaan geografi
 
Ilmu geografi dapat dimanfaatkan untuk menjelaskan hubungan antar gejala permukaan bumi, misalnya :
1.Bidang Pertanian                                                                                                           
Pertanian merupakan sistem keruangan yang terdiri dari aspek fisik dan manusia. Aspek fisik antara lain : lahan, iklim, air dan udara. Aspek manusia meliput tenaga kerja, tradisi, teknologi dan ekonomi masyarakat. Analisis hubungan antara aspek fisik dengan manusia pada bidang pertanian bermanfaat untuk menyusun sistem diversifikasi tanaman pada lahan pertanian, yang penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan lahan agar produktivitas tetap tinggi
2. Bidang Industri
Merupakan tinjauan terhadap aspek industri pada hubungan antara aspek fisik dan manusia. Aspek fisik yang bepengaruh terhadap kegiatan industri misalnya lahan, bahan baku dan sumber daya energi. Sedangkan aspek manusia yang penting untuk kegiatan industri adalah tenaga kerja, tradisi, teknologi, konsumen dan pasar. Hasil analisis hubungan digunakan untuk menyusun rencana pembangunan dan pengembangan industri. Sebagai contoh untuk memeratakan persebaran penduduk maka sebaiknya pemerintah pengarahkan penemapatan lokasi industri di daerah yang masih jarang penduduknya.
Sejarah Perkembangan Geografi
Geografi merupakan ilmu pengetahuan yang terus berkembang sepanjang masa. Perkembangan ilmu pengetahuan ini berawal dari motologi-mitologi  yang berkembang di masyarakat pada kala itu. Setelah itu seiring perkembangan zaman dan tuntutan kebutuhan hidup, manusia mulai melakukan penjelajahan ke berbagai tempat di muka bumi sehingga melahirkan catatan-catatan mengenai daerah yang disinggahi yang dinamakan logografi. Dari situlah ilmu geografi kemudian berkembang dan sampai saat ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Istilah geografi dikemukakan pertama kali oleh Erasthosthenes (276-195 SM), yang berarti geo = bumi dan graphein = gambaran, jadi geografi adalah gambaran tentang bumi.
Sejarah perkembangan ilmu geografi dibedakan menjadi 5 pandangan:
 1. Geografi Klasik
Geografi sudah dikenal sejak zaman Romawi kuno dan pengetahuan tentang bumi pada masa itu masih dipengaruhi oleh mitologi. Pada awalnya ruang muka bumi banyak digambarkan oleh para pelancong, mereka menjelaskan pengalaman mereka ketika menemukan daerah yang berbeda dengan daerah asalnya.
2.  Geografi Abad Pertengahan
Pada akhir abad pertengahan, uraian-uraian tentang geografi masih berisikan laporan perjalanan,baik hasil perjalanan darat maupun laut. Pada abad ini motif para pelancong sudah meliputi gold, glory, gospel. Pada masa ini banyak ditemukan wilayah-wilayah baru. Masa ini sering disebut juga dengan  Revolusi Geografi.
3.  Geografi Modern ( abad 18)
Pada masa ini geografi sudah dianggap suatu disiplin ilmu ilmiah dan sudah dipandang dari segi ilmu praktis.
4.  Geografi Akhir abad ke 19 – abad ke 20
Ciri pandangan geografi akhir abad ke 19 adalah terhadap iklim, tumbuhan, hewan serta terhadap bentang alam. Kebanyakan ahli geografi pada periode ini memperdalam geologi pada penelitiannya dan kajian geografi manusia semakin berkurang.
5. Geografi Mutakhir
Perkembangan geografi saat ini lebih mengarah pada upaya pemecahan masalah yang dihadapi manusia. Geografi tidak bisa lepas dari ilmu lainnya dan sudah menggunakan metode kuantitatif dan peranti Komputer dalam penyelidikannya.
                                                           
Hubungan Geografi dengan ilmu sosial yang lainya
  • Geologi  ialah ilmu yang mempelajari bumi secara keseluruhan kejadian, struktur, komposisi, sejarah dan proses perkembangannya.
  • Geofisika ialah ilmu yang mengkaji sifat-sifat bumi bagian dalam dengan metode teknik fisika, misalnya mengukur gempa bumi, gravitasi, medan magnet dll.
  • Meteorologi ialah ilmu yang mempelajari atmosfer, misalnya udara, cuaca, suhu, angin dll.
  • Astronomi ialah ilmu yang mempelajari benda-benda langit diluar atmosfer bumi, misalnya matahari, bulan, bintang, dan ruang angkasa.
  • Biogeografi ialah studi tentang penyebaran makhluk hidup secara geografis di muka bumi ini.
  • Geomorfologi ialah studi tentang bentuk-bentuk muka bumi dan segala proses yang menghasilkan bentuk-bentuk tersebut.
  • Hidrografi ialah ilmu yang berhubungan dengan pencatatan, survey serta pemetaan laut, danau, sungai dll.
  • Oseanografi ialah ilmu yang mempelajari lautan, misalnya sifat-sifat air laut, pasang surut, arus, kedalaman dll
  • Paleontologi ialah ilmu tentang fosil-fosil setara bentuk-bentuk kehidupan dimasa purba (prasejarah) yang terdapat dibawah lapisan-lapisan bumi.
  • Antropogeografi ialah cabang geografi yang mempelajari penyebaran bangsa-bangsa dimuka bumi dilihat dari sudut geografis, atau disebut juga etnografi.
  • Geografi historik ialah cabang geografi yang mempelajari bumi ditinjau dari sudut sejarah dan perkembangannya.
  • Geografi regional ialah cabang geografi yang mempelajari suatu kawasan tertentu secara khusus.
  • Geografi politik ialah cabang geografi yang khusus mengkaji kondisi-jondisi geografis ditinjau dari sudut politik atau kepentingan negara.
  • Geografi matematik, yaitu astronomi (ilmu falak), ialah ilmu yang objeknya mempelajari benda-benda langit, bumi sebagai satelit, matahari sebagai bintang-bintang di langit.
  • Geografi manusia adalah cabang ilmu geografi yang mempelajari tentang aspek sosial, ekonomi dan budaya penduduk.
Konsep Dasar Geografi
1) Konsep lokasi → Suatu tempat di permukaan bumi memiliki nilai ekonomi apabila dihubungkan dengan harga. Misalnya:
a. Di daerah dingin orang cenderung berpakaian tebal.
b. Nilai tanah atau lahan untuk pemukiman akan berkurang apabila berdekatan dengan kuburan, terminal kendaraan umum, pasar, atau pabrik karena kebisingan dan pencemaran.
2) Sensus penduduk → merupakan suatu konsep geografi social yang jika dilihat dari sejarah aktivitasnya, merupakan salah satu kegiatan statistic tertua dan terluas yang dilakukan oleh pemerintah diseluruh dunia, dahulunya lebih beroientasi untuk taksiran kekuatan militer dan perpajakan.
3) Iklim → keadaan rata-rata dari cuaca disuatu daerah dalam periode tertentu, keadaan variasinya dari tahun ke tahun dan keadaan ekstrimnya.                                               
4) Laut → diartikan sebagai keseluruhan masa air yang saling berhubungan, mengelilingi semua sisi daratan di bumi
5) Lingkungan → di definisikan sebagai segala sesuatu yang ada di luar suatu organism, meliputi lingkungan benda mati (abiotik) dan lingkungan hidup (biotik)
6. Benua → merujuk kepada suatu daratan yang begitu luas sehingga bagian tengah daratan yang luas tersebut tidak mendapatkan pengaruh angin laut sama sekali.
7. Urbanisasi → perpindahan dari wilayah pedesaan ke pekotaan
8. Peta → Pola permukaan bumi yang dilukiskan pada bidang datar
9. Kota → merujuk kepada fenomena yang sangat berfariasi sesuai dengan perbedaan sejarah dan wilayah
10. Moralitas → merujuk kepada rangkuman tingakat kematian kotor rata-rata penduduk, yaitu jumlah kematian per tahun per seribu penduduk.
11. Khatulistiwa (ekuator) → sebuah konsep yang merujuk kepada garis khayal yang melingkari bola bumi dan membelahnya menjadi dua bagian yang sama besar, masing-masing 180 derajat.
12. Demografi → merujuk kepada analisis terhadap berbagai fariabel kependudukan
13. Tanah → merujuk kepada suatu wilayah permukaan bumi dengan cirri khas mencakup segala sifat yang sepatutnya stabil atau diperkirakan selalu terulangkembali dari lingkungan hidup yang lurus, diatas atau dibawah wilayah tersebut.
14. Transmigrasi → suatu system pembangunan terpadu, upaya untuk mencapai keseimbangan penyebaran penduduk, juga dimaksudkan untuk menciptakan perluasan kesempatan kerja sehingga dapat meningkatkan produktifitas dan pendapatan melalui perpindahan penduduk dari daerah yang padat ke daerah yang jarang ada penduduknya.
15. Wilayah → merujuk kepada suatu area dipermukaan bumi yang relatif homogen dan berbeda dengan sekelilingnya berdasarkan beberapa criteria tertentu
Teori-teori Geografi
1. Teori Ledakan Penduduk Thomas Robert Malthus
a. Masyarakat manusia akan tetap miskin karena kecendrungan pertambahan penduduk berjalan lebih cepat daripada persediaan makanan.
b. Pertambahan penduduk dapat diibaratkan deret kali atau deret ukur sehingga pelipat gandaan jumlah penduduk dalam setiap 25 tahun, sedangkan peningkatan sarana-sarana kehidupan berjalan lebih lambat, yakni menurut deret hitung atau deret tambah.                                           c. melalui tindakan pantang seksual atau pantangan kawin, perang, bahaya,kelaparan, dan bencana alam, jumlah penduduk memang diusahakan sesuai dengan sarana kehidupan yang tersedia. Namun, cara itu tidak cukup untuk meningkatkan kehidupan masyarakat samapai di atas batas minimum.
2. Teori Pengaruh Iklim Terhadap Peradaban Ellsworth Hunting
Pokok-pokok pikiran Hunting sebagai berikut:
a. Peradaban besar yang ada di kawasan Asia Tengah dan Asia Barat Dayapada zaman kuno, sekarang kondisi dari daerah-daerah tersebut mengerikan, pada awal abad ke-20 diperkirakan terjadinya kemerosotan peradaban yang disebabkan.                                   
b. Mengeringnya wilayah itu saat ini, kelihatannya tidak sesuai posisinya dahulusebagai pusat kerajaan. Menurutnya, iklim yang dahulu jauh lebih lembap dan pada wilayah itu terjadi suatu proses pengeringan yang terus-menerus dan progresif                                                                                                             c. Proses semacam ini menjadi bagian dari suatu proses yang lebih besar dari fenomena-fenomena yang lebih umum. Sesuai dengan hal itu, ia terdorong untuk membuat postulat tentang mengeringnya bumi yang terjadi dalam pulsasi ritmik , dengan periode-periodedari udara kering dan basah.
d. Begitu pun cerita pengembaraan bangsa Ibrahim (Yahudi) dalam kitab suciber hubungan dengan titik tengah antara masa kekeringan dan masakebasahan.
e. Proses pengeringan yang progresif dari bumi mengikuti arah tertentu,umumnya dari timur ke barat.
3. Teori Lokasi Lahan Johann Heinrich von Thunen
Johann Heinrich von Thunen dalam Der Isolierte Staat (1826) mengemukakan bahwa pada dasarnya penggunaan lahan dapat dibagi dalam beberapa penggunaan. Dengan mengambil satu pusat kota sebagai satu-satunya tempat memproduksi barang-barang yang dibutuhkan oleh seliruh Negara, sedangkan daerah-daerah di sekitarnya hanya sebagai pemasok bahan mentah ke kota.
1. Lahan pertama berada di pusat kota (pasar), akan di pakai untuk kegiatan-kegiatan intensif bagi jenis tanaman yang hasilnya cepat rusak.memakan tempat, dan berat dalam kaitannya dengan transportasi.
2. Lahan kedua merupakan daerah hutan. Hal itu dapat dipahami, mengingat pada masa itu kebutuhan hasil hutan untuk kayu dan bahan bakar memiliki sifat yang memakan tempat dan berat sehingga harus ditempatkan dekat dari pusat kota.
3. Lahan ketiga digunakan untuk menanam tanaman sejenis gandum ataupadi-padi.                                                                                                                           4. Lahan keempat berupa daerah penggembalaan ternak.
5. Lahan kelima adalah daerah three field system yang merupakan daerahilalang, dan daerah tandus.                                                                                                    6. Lahan keenam merupakan daerah perburuan.
7. Untuk memudahkan dan efesiensi transportasi, diperlukan sungai yangmembelah kota. Hal itu ternyata dapat menghemat 1/6 tranfortasi daratsehingga lahan pertama akan berkembang sepanjang sungai.
8. Perlu dibuat kombinasi transportasi darat dan sungai sehingga akan samabiaya tranpor darat bagi daerah yang tidak dapat menikmati adanya sungai.
4. Teori Daya Sentrifugal dan Senttripetal Charles O. Colby
Adapun isi pokok teori yang menyebabkan pada mayarakat kota terjadi dayadan sentrifugal sebagai berikut:
a) Terdapat gangguan yang sering berulang, seperti kemacetan lalu lintas serta polusi udara dan bunyi menyebabkan penduduk kota merasa tidak nyaman bertempat tinggal di tempat itu.
b) Dalam pengembangan industry modern dan bessar-besaran, memerlukan lahan relarif luas serta menjamin kelancaran transportasi dan lalu lintas.Hal itu hanya dapat dilakukan di pinggiran kota sebab kondisi kota-kota tuasangat padat.
c) Harga sewa atau harga beli tanah di pinggir atau diluar kota jauh lebih murah dari pada di kota.                                                                                                      d) Di kota sudah penuh dengan gedung-gedung bertingkat tinggi, tidak mungkin lagi dapat dibangun baru, kecuali dengan biaya yang sangat tinggi.
e) Kondisi perumahan kota umumnya padat dan sempit, sulit untuk dikembangakan labih lanjut, kecuali dengan biaya yang tinggi. Berbeda dengan pinggir atau luar kota, serba mungkin untuk memperoleh perumahan yang lebih nyaman, segar, dan murah.                                                                                       f) Hidup di kota terasa sesak, penat, dan berjubel. Sedangkan di pinggir atau diluar kota lebih terasa asri, segar, sunyi, dan nyaman.Namun sebaliknya, banyak juga penduduk di luar atau di pinggir kota yang justtru senang tinggal di kota.
                                                           
5. Teori Kota Konsentris Burgess
Inti teori kota konsentris tersebut sebagai berikuta. Pada hakikatnya, kota meluas secara seimbang dan merata dari suatu pusat atau inti sehingga muncul zona-zona baru sebagai perluasannya. Dengan demikian, pada setiap saat dapat ditemukan sejumlah zona yang konsentris letaknya sehingga struktur kota menjadi bergelang (melingkar). Di pusat kota terdapat Zona Pertama sebagai Central Bisnis Dictrict(disingkat CBD) jika di Chicago di sebut loop. Fungsi loop sebagai pusat atau jantung kehidupan perdagangan,perekonomian, dan kemasyarakatan. Zona kedua sebagai terdapat Zona Peralihan (transtitional zone) yang merupakan kawasan perindustrian, disertai oleh rumah-rumah pribadi yangkuno, bahkan jika Chicago telah berubah menjadi Chines Town maupun pertokoan dan perkantoran berskala kecil. Zona ketiga, sebagai kawasan perumahan para buruh yang kebanyakan kaum imigran. Zona Keempat,penghuninya kelas menengah, cukup rapi, memiliki jarak sanitasi yanglebih memadai sebagai tempat tinggal yang nyaman dan baik. Zona kelima merupakan Commuters Zone atau tempat orang yang pergi pulang setiap hari untuk bekerja. Kondisi alamnya masih asri, luas, dan mewah sertaberfungsi sebagai kota kecil untuk beristirahat dan tidur atau disebut dormitory towns, disebut demikian karena perumahan untuk orang-orangkaya.
6. Teori Konflik Antara Suku Bangsa Nomadik Sedenter Jean Bunhes
Adapun isi pokok teori Jean Bunhes sebagai berikut.
a. Stepa-stepa padang rumput di Asia dengan musim dingin yang kejam,tidak memungkinkan pengolahan alam yang intensif.                                                      b.Tanah secara alami sangat sesuai dengan jenis pastoral (pastoralart) untuk memelihara kawanan ternak dan hewan.                                                                  c. Karena dihadapkan dengan suasana keharusan untuk berkeliling untuk mengetahui tentang wilayah perumputan serta sumber-sumber air yang jauh, mereka meperoleh rasa gerakan taktis dan strategi yang menempatkan mereka dalam posisi mendaulat terhadap ruangdan menguasai para tetangga mereka.
d. Beberapa dari penakluk yang paling besar dan paling berani dalam sejarah, muncul dari stepa-stepa Jengis Khan, Timur Lang, dan KhubilaiKan.
e. Kualitas dan kemampuan yang menjadi alasan bagi kekuasaanyadiperoleh dari stepa, dari keterampilan yang dianugerahkan kepadapa storal, dan dari subordinasi geografis pada lingkungannya.
f. Kelompok pengembala ini bukan masa petani-petani kelompok kecil yang mengerumuni seluruh Asia Selatan Timur yang memimpin dunia

                                                                   PENUTUP
Saran
Dengan mempelajari tentang konsep-konsep dasar ilmu geografi, maka diharapkan kita sebagai manusia yang juga sekaligus merupakan objek material dari ilmu geografi sudah seharusnya untuk lebih menjaga dan melestarikan lingkungan kita. Tidak hanya lingkungan biosfer akan tetapi juga lingkungan atmosfer, hidrosfer, maupun antroposfer. Setidaknya mulai dari hal yang kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi polusi udara, mengurangi penggunaan alat-alat kosmetika, dll. Karena kalau bukan manusia itu sendiri yang menjaga dan melestarikan lingkungan, siapa lagi yang bisa diharapkan. Bumi dan segala isinya telah diciptakan sedemikian rupa, tinggal bagaimana manusia itu sendiri yang berusaha sebaik-baiknya untuk manjaga dan melestarikannya.
DaftarPustaka
Supardan, Dadang, Pengantar Ilmu Sosial, Bumi Aksara

Makalah Konsep Dasar Geografi

Read More

Terdapat empat prinsip geografi yang kita kenal yaitu:
1. Prinsip Penyebaran/ spreading Principle
prinsip penyebaran dapat digunakan untuk menggambarkan gejala dan fakta geografi dalam peta serta mengungkapkan hubungan antara gejala geografi yang satu dengan yang lain. hal tersebut disebabkan penyebaran gejala dan fakta geografi tidak merata antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain.
2. prinsip interrelasi/ interrelationship principle
prinsip interrelasi digunakan untuk menganalisis hubungan antara gejala fisik dan non fisik. prinsip tersebut dapat mengungkapkan gejala atau fakta Geografi di suatu wilayah tertentu.
3. prinsip deskripsi/ Descriptive Principle
prinsip deskripsi dalam geografi digunakan untuk memberikan gambaran lebih jauh tentang gejala dan masalah geografi yang dianalisis. prinsip ini tidak hanya menampilkan deskripsi dalam bentuk peta, tetapi juga dalam bentuk diagram, grafik maupun tabel.
4. prinsip korologi/ Chorological principle
ini disebut juga prinsip keruangan. dengan prinsip ini dapat dianalisis gejala, fakta, dan masalah geografi ditinjau dari penyebaran, interrelasi, dan interaksinya dalam ruang.
Prinsip-prinsip Geografi
Dalam menganalisis fenomena geosfer, pada ilmu geografi menggunakan prinsip-prinsip geografi. Adapun prinsip geografi diantaranya :
1. Prinsip Sebaran atau Penyebaran artinya : adanya sebaran fenomena, gejala, fakta, peristiwa dipermukaan bumi. Sebaran fenomena atau gejala ada yang teratur ada yang tidak teratur. Yang teratur : ada yang mengelompok, menyebar, memusat, memanjang bergantung kepada keadaan fenomena. Pengertian fenomena atau gejala diartikan sebagai : semua data, fakta, peristiwa yang ada dipermukaan bumi. Secara umum terbagi menjadi 2 kelompok besar yaitu :
a. Fenomena alam (realm of nature) terdiri dari : kekuatan, proses, biotis, topologis, fisis dan lain-lain
b. Fenomena sosial (human realm) terdiri dari : a. lingkungan sosial : terdiri dari : kebiasaan, hukum, tradisi, dll. b. Bentang alam budidaya terdiri dari : pemukiman, persawahan, hutan buatan dll. c. masyarakat
Syarat untuk menganalisis dengan prinsip penyebaran berarti harus ada fenomena yang dikaji dan adanya pola sebaran fenomena tersebut.
2. Prinsip dekripsi : diartikan penjelasan lebih lanjut tentang fenomena tersebut secara detail disertai dengan gambar, tabel, diagram, peta dsb.
Ketika kita menggunakan prinsip deskripsi dalam analisis fenomena geosfer berarti kita uraikan secara detail tentang gejala atau fenomena yang dikaji, disertai dengan penjelasan yang rinci disertai tabel, gambar, grafik dsb.
Contoh : fenomena penduduk di Kelurahan X : Penduduk adalah kelompok masyarakat yang menempati suatu wilayah dalam waktu yang relatif lama terikat satu kesatuan hukum. Berdasarkan jenis kelamin terdiri dari laki-laki dan wanita. Berdasarkan jumlah usia produktif dan tidak produktif xxxx juta jiwa (buat tabel) dst….dst.
3, Prinsip Interelasi : diartikan adanya hubungan antara fenomena yang satu dengan fenomena yuang lain pada suatu ruang. Bahwa fenomena atau gejala di muka bumi tidak mungkin berdiri sendiri pasti ada keterkaitan dengan fenomena lain. Tanaman padi tumbuh bagus di dataran rendah. Ada keterkaitan yang sangat tinggi antara fenomena tanaman padi dengan fenomena dataran rendah… dst
4. Prinsip Korologi : Fenomena dilihat dari sebaran dan interelasi berada pada ruang tertentu. Artinya Prinsip ini boleh dikatakan menjadi gabungan diantara prinsip-prinsip geografi yang ada. Ketika kita mengunakan prinsip ini dalam menganalisis fenomena geosfer berarti menguraikannya dengan penggabungan prinsip yang ada. misalnya kita bicara tentang pasar pada suatu wilayah, maka pasar itu akan bergantung kepada fenomena pembeli, penjual, barang, transportasi, transaksi pada ruang tertentu pula.
Prinsip Geografi
Prinsip merupakan dasar yang digunakan sebagai landasan dalam menjelaskan suatu fenomena atau masalah yang terjadi. Prinsip juga berfungsi sebagai pegangan/pedoman dasar dalam memahami fenomena itu. Dengan prinsip yang dimiliki, gejala atau permasalahan yang terjadi secara umum dapat dijelaskan dan dipahami karakteristik yang dimilikinya dan keterkaitan dengan fenomena atau permasalahan lain.
Setiap bidang ilmu memiliki prinsip sendiri-sendiri. Ada kemungkinan satu atau beberapa prinsip bidang ilmu itu memiliki kesamaan dengan prinsip bidang ilmu yang lain, tetapi juga ada kemungkinan berbeda sama sekali. Dalam bidang geografi dikenali sejumlah prinsip, yaitu: prinsip penyebaran, prinsip interelasi, prinsip deskripsi dan prinsip korologi.
Prinsip Penyebaran
Dalam prinsip ini fenomena atau masalah alam dan manusia tersebar di permukaan bumi. Penyebaran fenomena atau permasalahan itu tidak merata. Fenomena sumber air tentu tidak dijumpai di semua tempat. Demikian pula permasalahan pencemaran air juga tidak dijumpai disemua sungai atau laut.
Prinsip Interelasi
Fenomena atau permasalahan alam dan manusia saling terjadi keterkaitan antara aspek yang satu dengan aspek yang lainnya. Keterkaitan itu dapat terjadi antara aspek fenomena alam dengan aspek fenomena alam lain, atau fenomena aspek manusia dengan aspek fenomena manusia. Fenomena banjir yang terjadi di wilayah hilir terjadi karena kerusakan hutan di bagian hulu. Kerusakan hutan alam itu dapat terjadi karena perilaku menusia. Perilaku manusia yang demikian terjadi karena kesadaran terhadap fungsi hutan yang rendah.
Prinsip Deskripsi
Fenomena alam dan manusia memiliki saling keterkaiatan. Keterkaitan antara aspek alam (lingkungan) dan aspek manusia itu dapat dideskripsikan. Pendiskripsian itu melalui fakta, gejala dan masalah, sebab-akibat, secara kualitatif maupun kuantitatif dengan bantuan peta, grafik, diagram, dll.
Prinsip Korologi
Prinsip korologi merupakan prinsip keterpaduan antara prinsip penyebaran, interelasi dan deskripsi. Fenomena atau masalah alam dan manusia dikaji penyebarannya, interelasinya, dan interaksinya dalam satu ruang. Kondisi ruang itu akan memberikan corak pada kesatuan gejala, kesatuan fungsi dan kesatuan bentuk.
Prinsip Geografi
Prinsip merupakan dasar yang digunakan sebagai landasan dalam menjelaskan suatu fenomena atau masalah yang terjadi. Prinsip juga berfungsi sebagai pegangan/pedoman dasar dalam memahami fenomena itu. Dengan prinsip yang dimiliki, gejala atau permasalahan yang terjadi secara umum dapat dijelaskan dan dipahami karakteristik yang dimilikinya dan keterkaitan dengan fenomena atau permasalahan lain.
Setiap bidang ilmu memiliki prinsip sendiri-sendiri. Ada kemungkinan satu atau beberapa prinsip bidang ilmu itu memiliki kesamaan dengan prinsip bidang ilmu yang lain, tetapi juga ada kemungkinan berbeda sama sekali. Dalam bidang geografi dikenali sejumlah prinsip, yaitu: prinsip penyebaran, prinsip interelasi, prinsip deskripsi dan prinsip korologi.
a. Prinsip Penyebaran
Dalam prinsip ini fenomena atau masalah alam dan manusia tersebar di permukaan bumi. Penyebaran fenomena atau permasalahan itu tidak merata. Fenomena sumber air tentu tidak dijumpai di semua tempat. Demikian pula permasalahan pencemaran air juga tidak dijumpai disemua sungai atau laut.
b. Prinsip Interelasi
Fenomena atau permasalahan alam dan manusia saling terjadi keterkaitan antara aspek yang satu dengan aspek yang lainnya. Keterkaitan itu dapat terjadi antara aspek fenomena alam dengan aspek fenomena alam lain, atau fenomena aspek manusia dengan aspek fenomena manusia. Fenomena banjir yang terjadi di wilayah hilir terjadi karena kerusakan hutan di bagian hulu. Kerusakan hutan alam itu dapat terjadi karena perilaku menusia. Perilaku manusia yang demikian terjadi karena kesadaran terhadap fungsi hutan yang rendah.
c. Prinsip Deskripsi
Fenomena alam dan manusia memiliki saling keterkaiatan. Keterkaitan antara aspek alam (lingkungan) dan aspek manusia itu dapat dideskripsikan. Pendiskripsian itu melalui fakta, gejala dan masalah, sebab-akibat, secara kualitatif maupun kuantitatif dengan bantuan peta, grafik, diagram, dll.
d. Prinsip Korologi
Prinsip korologi merupakan prinsip keterpaduan antara prinsip penyebaran, interelasi dan deskripsi. Fenomena atau masalah alam dan manusia dikaji penyebarannya, interelasinya, dan interaksinya dalam satu ruang. Kondisi ruang itu akan memberikan corak pada kesatuan gejala, kesatuan fungsi dan kesatuan bentuk.
Prinsip-Prinsip Geografi
Prinsip-prinsip geografi merupakan dasar untuk menjelasakan berbagai fenomena geografi. Prinsip geografi terdiri atas 4 macam, yaitu prinsip persebaran, interelasi, deskripsi, dan korologi (keruangan).
Prinsip persebaran, yaitu bahwa gejala atau fenomena geografi terdapat di mana-mana dan tersebar di permukaan bumi. Gejala atau fenomena geografi tersebut dapat berupa fenomena fisik atau fenomena sosial yang persebarannya tidak merata di permukaan bumi. Misalnya, keadaan sumber air tanah tidak dijumpai di semua tempat atau kemacetan lalu lintas juga tidak dijumpai di semua tempat. Oleh karena itu, untuk mengamati gejala dan fenomena yang tersebar itu diperlukan alat bantu antara lain peta.
Prinsip interelasi, yaitu adanya hubungan saling keterkaitan antargejala dalam ruang. Hubungan saling keterkaitan itu dapat terjadi antarfenomena fisik, antarfenomena sosial, serta antara fenomena fisik dan fenomena sosial. Misalnya, terjadinya banjir di wilayah hilir salah satu penyebabnya adalah rusaknya hutan di wilayah hulu akibat perilaku manusia.
Prinsip deskripsi, yaitu penjelasan tentang adanya gejala atau fenomena geografi. Persebaran dan hubungan gejala atau fenomena geografi dapat diungkapkan antara lain dalam bentuk data, grafik, dan peta. Ketiga bentuk pengungkapan fenomena tersebut akan lebih jelas apabila diberikan pemaparan atau penjelasan dengan menggunakan rangkaian kalimat.
Prinsip korologi, yaitu pengkajian gejala atau fenomena geografi secara menyeluruh (komprehensif) dalam ruang tertentu (spatial). Di dalam prinsip korologi setiap gejala atau fenomena geografi dikaji dengan cara memadukan prinsip-prinsip persebaran, interelasi, dan deskripsi. Hasil pengkajian melalui prinsip korologi menunjukkan adanya perbedaan-perbedaan gejala, fenomena, dan fakta antarwilayah. Oleh karena itu, akan memberikan corak tertentu sehingga tampak adanya kesatuan gejala, kesatuan fungsi, dan kesatuan bentuk.
Berbagai fenomena geosfer dapat dikaji dalam geografi melalui enam pertanyaan pokok, yaitu what, where, when, why, who, dan how. Keenam pertanyaan tersebut dikenal dengan prinsip 5W 1H.
What untuk mengetahui peristiwa apa yang terjadi.
Where untuk mengetahui di mana peristiwa terjadi.
When untuk mengetahui kapan peristiwa terjadi.
Why untuk mengetahui mengapa peristiwa terjadi.
Who untuk mengetahui siapa yang terlibat dalam peristiwa yang terjadi.
How untuk mengetahui bagaimana solusi atas peristiwa yang terjadi.
Prinsip-Prinsip Geografi
Dalam studi geografi Nursid Sumaatmadja membagi menjadi empat prinsip utama,
Prinsip persebaran,
Bahwa gejala, kenampakan, dan masalah yang terdapat di ruang muka bumi persebarannya sangat bervariasi.
Prinsip interrelasi,
Bahwa antara komponen atau aspek-aspek lingkungan geografi senantiasa ada hubungan timbal balik atau saling keterkaitan satu sama lain.
Prinsip deskripsi,
Merupakan cara pemaparan hasil pengkajian studi geografi terhadap gejala, fenomena atau masalah yang ada.
Prinsip korologi,
Merupakan gabungan atau perpaduan dari ketiga prinsip di atas.
Prinsip Geografi
Prinsip merupakan dasar yang digunakan sebagai landasan dalam menjelaskan suatu fenomena atau masalah yang terjadi. Prinsip juga berfungsi sebagai pegangan/pedoman dasar dalam memahami fenomena itu. Dengan prinsip yang dimiliki, gejala atau permasalahan yang terjadi secara umum dapat dijelaskan dan dipahami karakteristik yang dimilikinya dan keterkaitan dengan fenomena atau permasalahan lain.
Setiap bidang ilmu memiliki prinsip sendiri-sendiri. Ada kemungkinan satu atau beberapa prinsip bidang ilmu itu memiliki kesamaan dengan prinsip bidang ilmu yang lain, tetapi juga ada kemungkinan berbeda sama sekali. Dalam bidang geografi dikenali sejumlah prinsip, yaitu: prinsip penyebaran, prinsip interelasi, prinsip deskripsi dan prinsip korologi.
Prinsip Penyebaran
Dalam prinsip ini fenomena atau masalah alam dan manusia tersebar di permukaan bumi. Penyebaran fenomena atau permasalahan itu tidak merata. Fenomena sumber air tentu tidak dijumpai di semua tempat. Demikian pula permasalahan pencemaran air juga tidak dijumpai disemua sungai atau laut.
Prinsip Interelasi
Fenomena atau permasalahan alam dan manusia saling terjadi keterkaitan antara aspek yang satu dengan aspek yang lainnya. Keterkaitan itu dapat terjadi antara aspek fenomena alam dengan aspek fenomena alam lain, atau fenomena aspek manusia dengan aspek fenomena manusia. Fenomena banjir yang terjadi di wilayah hilir terjadi karena kerusakan hutan di bagian hulu. Kerusakan hutan alam itu dapat terjadi karena perilaku menusia. Perilaku manusia yang demikian terjadi karena kesadaran terhadap fungsi hutan yang rendah.
Prinsip Deskripsi
Fenomena alam dan manusia memiliki saling keterkaiatan. Keterkaitan antara aspek alam (lingkungan) dan aspek manusia itu dapat dideskripsikan. Pendiskripsian itu melalui fakta, gejala dan masalah, sebab-akibat, secara kualitatif maupun kuantitatif dengan bantuan peta, grafik, diagram, dll.
Prinsip Korologi
Prinsip korologi merupakan prinsip keterpaduan antara prinsip penyebaran, interelasi dan deskripsi. Fenomena atau masalah alam dan manusia dikaji penyebarannya, interelasinya, dan interaksinya dalam satu ruang. Kondisi ruang itu akan memberikan corak pada kesatuan gejala, kesatuan fungsi dan kesatuan bentuk.
Prinsip Geografi
Geografi memiliki prinsip-prinsip tertentu yang menjadi dasar pada setiap pengkajiannya. Pada waktu melakukan pendekatan terhadap obyek yang dipelajari, dasar atau prinsip ini harus selalu menjiwai. Prinsip-prinsip geografi antara lain prinsip penyebaran, prinsip interelasi, prinsip deskripsi, dan prinsip keruangan.
1. Prinsip penyebaran.
Prinsip ini merupakan prinsip dasar ilmu geografi yang tidak boleh ditinggalkan. Setiap gejala dan fakta geografi, baik yang berkenaan dengan gejala alam maupun manusianya tersebar dipermukaan bumi. Penyebaran gejala dan fakta tersebut tidak merata dari satu wilayah kewilayah lain.Dengan memperhatikan dan menggambarkan penyebaran yang tidak merata tersebut, muncul pertanyaan dimana dan bagaimana persebarannya, serta mengapa persebaran tersebut tidak merata .
2. Prinsip interelasi.
Prinsip ini merupakan prinsip geografi yang menuntun untuk melihat pola hubungan antara satu faktor dan faktor yang lainnya. Didalamnya akan diungkapkan hubungan antara faktor fisis dan faktor fisis lainnya, antara faktor fisis dan faktor manusia, dan antara faktor manusia dengan faktor manusia lainnya. Dari antarhubungan tersebut, akan dapat diungkapkan karakteristik gejala atau fakta geografi disuatu tempat atau wilayah tertentu.
3. Prinsip deskripsi.
Prinsip ini merupakan prinsip yang menggambarkan lebih jauh terhadap persebaran dan hubungan interelasi antara fakta dan gejala dipermukaan bumi. Prinsip ini tidak hanya dapat dilaksanakan melalui kata-kata dan peta, tetapi dapat pula ditampilkan dalam bentuk diagram, grafik, atau tabel.
4. Prinsip keruangan ( korologi ).
Prinsip ini merupakan prinsip yang meninjau gejala, fakta, dan masalah geografi dari penyebaran, interelasi, dan interaksinya dalam ruang. Ruang dalam sudut pandang geografi adalah permukaan bumi, baik keseluruhan maupun sebagian. Ruang permukaan bumi bukan hanya bagian bumi yang bersinggungan dengan udara, melainkan lapisan atmosfer terbawah yang mempengaruhi permukaan bumi, lapisan batuan sampai kedalaman tertentu yang merupakan sumber daya bagi kehidupan, air yang ada dipermukaan bumi, dan air tanah sampai kedalaman bumi. Dengan demikian prinsip keruangan ini memperhatikan penyebaran, interelasi, dan interaksi gejala unsur atau gejala komponen dipermukaan bumi sebagai suatu ruang yang membentuk suatu kesatuan fungsi.
Selain menggunakan prinsip-prinsip tertentu, geografi memiliki juga pendekatan, konsep, aspek dan ilmu-ilmu pendukungnya yang berbeda dengan ilmu lainya.
Pengertian Geografi menurut para ahli :
Menurut hasil seminar dan lokakarya IGI di IKIP Semarang tahun 1988 geografi adalah pengetahuan mengenai persamaan dan perbedaan gejala geosfer serta interaksi antara manusia dan lingkungannya dalam konteks keruangan dan kewilayahan
Menurut Ferdinan von Richthoffen Geografi adalah ilmu pengetahuan yang mencitrakan, menerangkan sifat-sifat bumi, menganalisis gejala-gejala alam dan penduduk, serta mempelajari corak yang khas tentang kehidupan dan unsur-unsur bumi.
Menurut R. Bintarto Geografi adalah studi tentang gejala-gejala dan sifat-sifat permukaan bumi yang disusun berdasarkan letak, serta mencari hubungan timbal balik antara gejala dan sifat-sifat itu
Kesamaan titik pandang di antara para ahli tentang pengertian geografi yaitu :
a. bumi sebagai tempat tinggal
b. hubungan manusia dengan lingkungannya
c. dimensi ruang dan dimensi historis
d. pendekatan spatial, ekologi dan kewilayahan
Contoh konsep aglomerasi :
Di daerah dingin orang cenderung berpakaian tebal
Di Jakarta kita mengenal adanya Kampung Ambon dan Kampung Melayu. Penamaan wilayah semacam ini juga terjadi di daerah lain.
Sebagian besar penduduk Indonesia terkonsentrasi pada lahan-lahan subur.
Masyarakat atau penduduk cenderung mengelompok pada tingkat yang sama.
Pada suatu wilayah terdapat fenomena pemukiman kumuh, kompleks perumahan, dan pemukiman mewah.
Contoh konsep morfologi :
Dalam geografi dipelajari berbagai fenomena yang berbeda antara satu tempat dan tempat lain.
Contoh konsep lokasi :
Harga tanah akan murah jika berdekatan dengan kuburan, jauh dari jalan raya, atau letaknya terpencil.
Contoh studi lapangan :
Para ahli geografi mengadakan penelitian di Gunung Merapi untuk mempelajari material yang dikeluarkan saat letusan dan dampak yang ditimbulkannya.
Contoh pertanyaan yang dapat dijawab Geografi dengan why?
Bencana banjir tidak henti-hentinya menerjang berbagai wilayah di Indonesia. Mengapa hal tersebut terjadi?
Contoh pendekatan ekologi :
Setiap musim penghujan di Jakarta dan sekitarnya sering terjadi banjir dan tanah longsor terutama di kawasan hilir Ciliwung.
Penggundulan hutan di Taman Nasional Gunung Leuser telah mengakibatkan timbulnya bencana ekologis berupa banjir bandang dan tanah longsor yang menimbulkan kerusakan alam dan merugikan kehidupan makhluk hidup yang ada di sekitarnya.
Contoh metode wawancara :
Apabila suatu data yang diinginkan tidak dapat diperoleh dengan melakukan pengamatan maupun analisis data sekunder.
Contoh pendekatan untuk geografi terpadu/terintegrasi :
Pendekatan geografi yang berupa pendekatan keruangan, kelingkungan dan kompleks wilayah .
Contoh pendekatan keruangan :
“… belakangan sering dijumpai banjir dan tanah longsor. Bencana itu terjadi di kawasan hulu sungai Konto, Pujon, Malang”. Yang termasuk cara memecahkan permasalahan tersebut dengan menggunakan pendekatan keruangan adalah ….
a. diidentifikasi fenomena/obyek yang terdapat di kawasan hulu sungai Konto
b. zonasi wilayah berdasarkan karakteristik kelerengannya
c. pemanfaatan zona tersebut untuk keperluan yang tepat
d. pengembangan kawasan yang berbasis masyarakat setempat
Sarana yang paling baik dalam melakukan analisis keruangan adalah Sistem Informasi Geografi (SIG)
Contoh pendekatan kelingkungan :
“Banjir dan tanah longsor yang terjadi di kawasan hulu sungai Konto, Malang, suatu peristiwa yang tidak pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya”. Bila permasalahan tersebut hendak dipecahkan melalui pendekatan kelingkungan, maka kerangka kerja yang paling tepat adalah ….
a. studi tentang keadaan fisik wilayah tersebut
b. menidentifikasi sikap, gagasan, dan perilaku masyarakat setempat dalam mengelola alam
c. mengidentifikasi sistem budaya yang dikembangkan
d. menganalisis hubungan antara sistem budaya dengan hasil dan dampak yang ditimbulkan
e. mencari alternatif pemecahan masalah yang terjadi
Contoh pendekatan topik :
Jika masalah kelaparan yang terjadi di suatu daerah ditinjau jenis-jenisnya, sebab-sebabnya, penyebarannya, intensitasnya, interelasinya dengan gejala lain dan hubungannya dengan masalah lain secara keseluruhan .
dalam studi geografi, prinsip geografi merupakan dasar untuk menguraikan, mengkaji, serta mengungkapkan fenomena, variabel, faktor-faktor, dan masalah geografi. secara teoritis prinsip geografi terdi atas
1.PRINSIP PERSEBARAN/PRINSIP DISTRIBUSI
prinsip ini memandang fenomena geosfer terjadi di seluruh wilayah di permukaan bumi namun persebaran yang terjadi tersebut tidak sama dan tidak merata antara satu wilayah dengan wilayah lain
contoh:(1)gunung berapi di indonesia tersebar di sumatra, jawa, sulawesi, maluku, dan nusa tenggara
(2)penduduk indonesia memusat di pulau jawa dan sedikit di wilayah papua
2.PRINSIP INTERELASI
prinsip ini menyatakan bahwa terdapat hubungan antara satu gejala dengan gejala yang lain di muka bumi.
contoh:(1)wilayah sekitar gunung berapi biasanya merupakan lahan pertanian yang subur. hal ini terjadi karena gunung berapi banyak mengeluarkan abu vulkanik yang kaya akan kandungan nutrisi yang di perlukan tanaman
(2)sebagian besar penduduk daerah pantai bermata pencaharian sebagai nelayan
3.PRINSIP DESKRIPSI
prinsip ini pada intinya memberikan penjelasan yang lebih mendalam tentang karakteristik yang spesifik dari sebuah gejala geografi
4.PRINSIP KOROLOGIS
prinsip ini melihat permasalahan geografi dari sudut pandang persebaran, interelasi, dan interaksi
contoh:(1)hubungan anatara keberadaan gunung berapi dengan kesuburan tanah
(2)hubungan antara letak astronomis dengan iklim
1. Gejala Geografi dalam Kehidupan Sehari-hari
Gejala geografi adalah keterkaitan peristiwa yang satu dengan peristiwa yang lain. Gejala geografi memengaruhi kehidupan manusia.Timbulnya gejala-gejala geografi ini tidak dapat kita atur sehingga gejala ini tidak dapat diminta ataupun ditolak manusia. Dapat dikatakan bahwa gejala-gejala geografi atau gejala alam mendukung dan sekaligus membatasi aktivitas manusia. Pada batas-batas tertentu, manusia harus menyesuaikan diri dengan alam.
Gejala-gejala geografis yang terjadi di atmosfer antara lain angin, awan, petir, dan hujan. Gejala geografis yang terjadi di litosfer antara lain gempa bumi, gunung berapi, patahan, dan lipatan. Gejala geografi yang terjadi di pedosfer antara lain pembentukan tanah, erosi, dan sedimentasi. Gejala geografis yang terjadi di hidrosfer antara lain banjir dan tsunami. Gejala geografis yang terjadi di biosfer antara lain migrasi penduduk dan penyebaran hama tikus. Keseluruhan gejala geografis baik yang terjadi di atmosfer, litosfer, pedosfer, hidrosfer, dan biosfer saling berhubungan dan memengaruhi antara satu dengan yang lain.
Beberapa gejala geografi yang memengaruhi kehidupan manusia, antara lain, gejala yang bersifat sosial-geografi, misalnya, transmigrasi yang disebabkan kepadatan topografi dan kesejahteraan di daerah asal yang kurang mendukung sehingga diberi lokasi permukiman yang dapat meningkatkan kesejahteraan para transmigran. Gejala yang bersifat sosialekonomi geografi, misalnya, munculnya industri di daerah agraris yang menimbulkan perubahan status sosial; contoh, daerah Karawang-Bekasi dahulu adalah daerah pertanian yang subur, sekarang berubah menjadi daerah industri dan permukiman penduduk. Gejala yang bersifat fisiografis, misalnya, perubahan bentang lahan yang berpengaruh pada keadaan ekonomi seseorang. Gejala yang bersifat klimatologis, misalnya, perubahan iklim berpengaruh pada kegiatan ekonomi. Gejala yang bersifat sosiologisekonomis, misalnya, perbedaan status sosial dalam masyarakat memengaruhi perilaku konsumtif dan ekonomi masyarakat. Hal tersebut memberikan gambaran bahwa masing-masing gejala geografi itu mempunyai pengaruh yang berbeda-beda terhadap kehidupan manusia.
2. Prinsip-Prinsip Geografi dan Unsur Pokok Geografi
Jika kita amati dan kita analisis gejala geografi dalam kehidupan seharihari, ahli geografi harus selalu berpegang pada empat prinsip berikut.
a. Prinsip persebaran, yaitu suatu gejala yang tersebar tidak merata di permukaan bumi yang meliputi bentang alam, tumbuhan, hewan, dan manusia.
b. Prinsip interelasi, yaitu suatu hubungan saling terkait dalam ruang, antara gejala satu dengan yang lain.
c. Prinsip deskripsi, yaitu penjelasan lebih jauh mengenai gejala-gejala yang diselidiki atau dipelajari. Deskripsi selain disajikan dengan tulisan atau kata-kata, dapat juga dilengkapi dengan diagram, grafik, tabel, gambar, dan peta.
d. Prinsip korologi, yaitu suatu gejala, fakta, ataupun masalah geografi di suatu tempat yang ditinjau sebarannya, interelasinya, dan integrasinya dalam ruang tertentu, sebab ruang itu akan memberikan karakteristik kepada kesatuan gejala tersebut.
Dalam geografi terdapat dua unsur pokok, yaitu keadaan alam dan keadaan manusia. Keadaan alam meliputi kekuatan alam, proses-proses yang terjadi serta unsur-unsur fisik, topologi, dan biotik. Keadaan manusia meliputi lingkungan sosial, bentang alam, budi daya, dan masyarakat.
Keadaan alam tidak sedinamis keadaan manusia karena perubahannya yang lambat. Dengan kreativitas dan dorongan untuk lebih maju menjadikan keadaan manusia mengalami perubahan yang lebih cepat jika dibandingkan dengan keadaan alam.
Unsur-unsur fisik meliputi iklim, cuaca, keadaan air, relief, tanah, serta keadaan hasil tambang dan mineral. Pengaruh topografi, antara lain, letak, luas, bentuk, dan batas suatu wilayah. Pengaruh letak dapat dibedakan menjadi letak astronomis, letak geologis, letak geomorfologis, letak geografis, letak maritim, letak ekonomis, dan letak sosiokultural. Letak astronomis adalah letak yang dihubungkan oleh garis lintang dan garis bujur sehingga membentuk titik koordinat. Garis lintang adalah garis paralel pola bumi yang sejajar dengan ekuator/khatulistiwa, yang terdiri dari garis lintang utara (LU) dan garis lintang selatan (LS). Jarak antarlintang diukur dengan derajat (°). Garis bujur adalah garis yang menghubungkan kutub selatan dan kutub utara dan tegak lurus dengan garis lintang. Meridian Greenwich adalah meridian nol atau meridian pangkal atau garis bujur 0° yang disepakati dalam Kongres Meridian Internasional di Washington tahun 1884.
Secara astronomis, dilihat dari letak garis lintangnya, Indonesia terletak di antara 6° LU–11° LS, berarti sebagian besar wilayah Indonesia terletak di belahan bumi selatan dengan batas paling utara 6° LU dan batas paling selatan 11° LS, serta jarak lintang 17°. Jika dilihat dari letak garis bujur Indonesia terletak di belahan bumi timur (diukur dari garis bujur 0°) dengan batas paling barat 95° BT dan batas paling timur 141° BT serta jarak bujur 46°. Perbedaan garis bujur dapat menyebabkan perbedaan waktu. Di wilayah Indonesia waktu terbagi menjadi tiga daerah waktu yaitu:
a. Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB), berdasar meridian pangkal 105° BT yang mencakup seluruh wilayah Pulau Jawa, Pulau Sumatra, Provinsi Kalimantan Tengah, dan Provinsi Kalimantan Barat dengan selisih waktu 7 jam lebih awal daripada waktu Greenwich.
b. Waktu Indonesia Bagian Tengah (WITA), berdasar meridian pangkal 120° BT, yang mencakup wilayah Pulau Bali, NTB, NTT, Provinsi Kalimantan Timur, Provinsi Kalimantan Selatan, dan seluruh provinsi di Sulawesi, dengan selisih waktu 8 jam lebih awal daripada waktu Greenwich.
c. Waktu Indonesia Bagian Timur (WIT), berdasar meridian pangkal 135° BT yang mencakup seluruh wilayah Provinsi Papua, Maluku, dan Maluku Utara, dengan selisih waktu 9 jam lebih awal daripada waktu Greenwich.
Keliling bumi kita adalah 360°, sedangkan jumlah pembagian waktu dunia 24 jam dalam 1 hari. Hasil pembagian keliling bumi dengan pembagian waktu dunia adalah 15°, sehingga setiap perputaran bumi 15° terjadi perbedaan waktu 1 jam.
Letak maritim merupakan letak suatu daerah ditinjau dari sudut kelautan. Letak maritim Indonesia yang berbentuk kepulauan dikelilingi oleh tiga lautan besar yaitu Samudra Pasifik di sebelah timur, Samudra Hindia di sebelah selatan, dan Laut Cina Selatan di sebelah utara.
Letak ekonomis adalah letak suatu wilayah atau negara dilihat dari jalur dan kehidupan ekonomi suatu negara terhadap negara lain. Letak ekonomis Indonesia berada di persimpangan jalur perdagangan karena Indonesia terletak di antara Benua Asia dan Benua Australia. Selain itu, Indonesia juga berdekatan dengan Singapura dan Malaysia yang selalu membutuhkan suplai hasil pertanian dari Indonesia yang merupakan negara agraris yang kaya akan hasil pertaniannya. Letak sosiokultural adalah letak suatu negara berdasarkan keadaan sosial dan budaya daerah tersebut terhadap budaya daerah yang berdekatan. Indonesia dan negara-negara tetangga di Asia Tenggara memiliki banyak kesamaan sosial dan budaya, sehingga dari segi ini dapat dibentuk berbagai kerja sama antarnegara ASEAN.
Luas wilayah negara Indonesia adalah 9,8 juta km2 yang terdiri dari lautan dan daratan yang berupa pulau kecil dan pulau besar, sehingga dikatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan terbesar di dunia. 7,9 juta km2 atau 81% wilayah Indonesia terdiri dari lautan, sedangkan daratannya ±1,9 juta km2 atau 19%. Wilayah Indonesia terdiri dari 18.110 pulau, 6.004 pulau telah memiliki nama, dan yang berpenghuni sebanyak 931 pulau. Semakin luas suatu wilayah semakin besar kesempatannya untuk memperoleh keuntungan dengan keleluasaan ruang dan kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan penduduknya.

Prinsip- Prinsip Geografi

Read More

Konsep Dasar Geografi


BAB I
PENDAHULUAN
A.           Latar Belakang
Ilmu pengetahuan yang diberikan pada jenjang pendidikan dasar  bertujuan untuk mengetahui bentuk dan struktur permukaan bumi . Oleh karena itu , diperlukan suatu media untuk dapat menerapkan ilmu yang didapat di sekolah baik teori maupun praktek .
Pengetahuan dan keterampilan analisis geografi merupakan salah satu bidang ilmu pendidikan yang memerlukan pendekatan terhadap alam di sekitarnya .
B.            Tujuan
Tujuan Konsep Dasar Geografi ini adalah :
a).       Menumbuhkan rasa kepedulian terhadap alam sekitarnya
b).      Mengetahui struktur beNtuk muka bumi
c).       Memperoleh informasi tentang alam semesta beserta isinya
C.           Rumusan Masalah
Rumusan dari Makalah Konsep Dasar Geografi ini membahas tentang :
a).       Memahami,konsep, pendekatan, prinsip, dan aspek geografi.
b).      Menjelaskan pengertian dan batasan geografi.
c).       Menjelaskan pengertian konsep dasar geografi.
d).      Memberi petunjuk cara-cara pendekatan geografi.
e).       Menjelaskan prinsip-prinsip geografi.
f).       Menjelaskan dan menyimpulkan aspek geografi.
  
BAB II
PEMBAHASAN
A.           Pengertian Geografi
Eratoshenes yang hidup 200 tahun sebelum Masehi dianggap sebagai orang pertama yang meletakkan dasar pengetahuan tentang bumi.Ia membuat karya tulis sebanyak 3 jilid yang berjudul Geographein. Di dalam buku tersebut,ia menguraikan antara lain tentang perubahan-perubahan daratan, lautan,gejala-gejala alam di lautan, benda-benda langit berikut jaringan-jaringan derajat astronomi. Pada jilid ketiga ia menguraikan daerah-daerah berikut kependudukannya.
1.        Pengertian
Geografi berasal dari kata geographyca (bahasa Yunani).Geo artinya bumi dan graphein artinya tulisan, uraian, lukisan atau deskripsi (pemerian).Berdasarkan asal kata tersebut, geografi merupakan ilmu pengetahuan yang menuliskan, menguraikan, atau mendeskripsikan hal-hal yang berhubungan dengan bumi.
2.        Batasan Geografi
Batasan geografi sangat banyak dan mengalami perubahan sesuai dengan kemajuan peradaban manusia.Berikut ini adalah beberapa tokoh dengan definisi atau batasannya masing-masing (Nursid Sumaatmadja).
·      Sidney dan Donal J.D. Mulkerne, menyatakan bahwa geografi adalah ilmu pengetahuan tentang bumi dan kehidupan makhluk yang ada di atasnya.
·      Hartshorne, menyatakan bahwa geografi berguna untuk memberikan deskripsi yang beraturan dan teliti dari permukaan bumi.
·      Starbo, menyatakan bahwa geografi adalah ilmu yang mempelajari karakteristik tertentu pada suatu wilayah dan memperhatikan hubungan antara berbagai tempat.
·      Yeates, menyatakan bahwa geografi adalah ilmu yang memperhatikan perkembangan rasional dan lokasi di permukaan bumi.
·      Alexander, menyatakan bahwa geografi adalah ilmu yang mempelajari pengaruh lingkungan alam pada aktivitas manusia.
·      Bintaro, menyatakan bahwa geografi adalah ilmu pengetahuan yang menceritakan dan menerangkan sifat bumi; menganalisis gejala alam dan penduduk; mempelajari corak yang khas dalam kehidupan dan berusaha mencari fungsi unsur-unsur bumi dalam ruang dan waktu.
Berdasarkan keputusan Lokakarya Nasional di Semarang 19 April 1988, dinyatakan bahwa geografi adalah ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan gejala geosfer dengan sudut pandang kewilayahan atau kelingkungan dalam konteks keruangan.
Yang dimaksud dengan gejala geosfer ialah gejala-gejala alam yang berhubungan dengan litosfer, hidrosfer, dan atmosfer.
1)        Litosfer, yaitu kulit bumi termasuk permukaan tanah.
2)        Hidrosfer, yaitu perairan darat dan perairan laut.
3)        Atmosfer, yaitu udara yang menyelimuti bumi.
Dalam menjelaskan hubungan timbal balik antara manusia dengan alam, geografi menggunakan sudut pandang kewilayahan.Maksudnya, geografi membahas suatu wilayah menurut kenyataan wilayah tersebut.Geografi sangat memperhatikan cirri khas setiap wilayah.
Dalam geografi, wilayah dapat diartikan sebagai luas atau sempitnya suatu bagian permukaan bumi. Wilayah yang satu dengan yang lain memiliki persamaan dan perbedaan. Setelah geografi dengan sudut pandang kewilayahan akan memberikan kejelasan tentang interaksi (saling berhubungan) dan interdepensi (saling ketergantungan) antara manusia dengan alam di lingkungan hidupnya.
Persamaan dan perbedaan gejala geosfer dipelajari dengan sudut pandang kewilayahan dan konteks keruangan, yaitu ruang tempat hidup manusia. Di salam ruang tersebut terdapat hubungan saling ketergantungan antara manusia dengan lingkungan alam. Dengan demikian dapat diketahui sejauh mana interaksi antara manusia dengan lingkungannya dan tingkat hidup mereka.

B.            Konsep Dasar Geografi
Ada sepuluh konsep dasar geografi, yaitu sebagai berikut.
v  Konsep aglomerasi, yaitu persebaran gejala geografi yang mengelompok di suatu tempat karena ada faktor-faktor yang menguntungkan.
Contohnya: penduduk biasanya bertempat tinggal di daratan rendah yang subur.
v  Konsep diferensi area, yaitu adanya perbedaan cirri khas suatu daerah dengan daerah lain.
v  Konsep interaksi dan interdepensi, yaitu peristiwa-peristiwa yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi gejala alam.
v  Konsep jarak, yaitu berkaitan dengan proses pencapaian ke suatu lokasi dan perhitungan jarak antara satu tempat ke tempat lain.
v  Konsep keterjangkauan, yaitu tersedianya sarana dan prasarana untuk mencapai suatu wilayah. Misalnya, transportasi di saerah rendah lebih mudah dibandingan transportasi di pegunungan.
v  Konsep keterkaitan keruangan, yaitu hubungan antara persebaran gejala geografi di suatu tempat dengan gejala lain.
v  Konsep lokasi, yaitu konsep yang sangat penting dalam geografi. Konsep ini ada dua, yaitu lokasi relatif dan lokasi absolut.
ü  Lokasi relatif adalah lokasi yang didasarkan pada keadaan daerah sekitar.
ü  Lokasi absolut adalah lokasi yang didasarkan pada garis lintang dan gars bujur.
v  Konsep morfologi, yaitu konsep yang berhubungan dengan relief (bentuk permukaan bumi) yang berbeda-beda sehingga kegunaanya pun berbeda.
v  Konsep nilai kegunaan, yaitu nilai yang berhubungan dengan manfaat fenomena yang ada. Misalnya, daerah wisata bagi wisatawan merupakan tempat rekreasi, tetapi bagi pedagang merupakan tempat yang menguntungkan untuk berdagang.
v  Konsep pola, yaitu berkaitan dengan persebaran fenomena permukiman, sungai, jenis tanah, dan pengembangan kota.
C.           Pendekatan Geografi
Dalam geografi dekenal beberapa pendekatan, yaitu pendekatan ruangan (spatial approach), pendekatan ekologi (ecological approach), pendekatan kronologi (history approach), dan pendekatan sistem (system approach).
1.    Pendekatan Keruangan {Spatial Approach}
Pendekatan keruangan adalah mempergunakan prinsip-prinsip yang berlaku, yaitu prinsip persebaran, interelasi, dan deskripsi.Pendekatan keruanagn ini meliputi sebagai berikut.
ü  Pendekatan Topik
Untuk pendekatan suatu gejala atau masalah dalam studi geografi dapat dimulai dari topik utama yang menjadi perhatian utama, misalnya kelaparan.Kelaparan di suatu daerah di ungkapkan jenis, sebab, persebaran, intensitas, dan interelasinya dengan gejala lain dan masalah secara keseluruhan. Dengan begitu, masalah geografi di daerah tersebut dapat di ungkap secara lebih luas.
Pendekatan topik dapat di lakukan terhadap topic-topik lainnya, seperti kekurangan air, erosi, industri, pengangguran, dan kenakalan remaja.Dalam melakukan pendekatan topik, pada prinsipnya tidak boleh terlepas hubungannya dengan ruang yang menjadi topik tersebut.Faktor-faktor geografi seperti keadaan fisis dan manusianya harus diikutsertakan dalam pendekatan ini. Berdasarkan landasan keruangan, kita dapat mengungkapkan karakteristik masalah kelaparan di wilayah tertentu dibandingkan dengan masalah kelaparan di daerah lain.
ü  Pendekatan Aktifitas Manusia
Dalam pendekatan utamanya, pendekatan ini di arahkan kepada aktivitas manusianya. Aktivitas penduduk dapat ditinjau dari persebaran, interelasi, dan deskripsinya dengan gejala lain yang berhubungan dengan aktivitas itu. Dari persebaran penduduk, kita dapat membedakan jenis aktivitas sehubungan dengan mata pencaharian.Misalnya, apakah aktivutas itu berlangsung di daratan rendah, di daratan tinggi atau pegunungan, di pantai, dan sebagainya.
Dengan adanya persebaran kegiatan penduduk tadi, dapat pula di ungkapkan interelasinya dengan keadaan kesuburan tanah, keadaan geologi, keadaan tinggi rendah permukaan, dan sebagainya.Oleh karena itu, kita dapat membuat deskripsi tentang aktivitas penduduk berdasarkan persebaran dalam ruangan.
ü  Pendekatan Regional
Region adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang memiliki karakteristik tertentu yang khas dan membedakan diri dari region-region yang lain. Adapaun pendekatan region adalah mendekati suatu gejelah atau masalah dari region atau wilayah tempat gejala tadi tersebar.Pendekatannya ditekankan kepada region yang merupakan ruang atau wadahnya, bukan kepada topik atau aktifitas manusianya.Misalnya, maslah pantai.
Dalam hal ini, kita mengungkapkan masalah abrasi pantai.Apa saja yang menjadi penyebab terjadinya abrasi pantai. Lalu, kita dapat mengungkapkan interelasi abrasi dengan penanaman hutan bakau (mangrove) di pantai.Apakah hutan bakau di pantai dapat menguangi abrasi pantai?Kita dapat membandingkan kondisi antara pantai yang tidak ditumbuhi pohon-pohon bakau.Itulah sebabnya antara pendekatan topik, pendekatan aktivitas manusia, dan pendekatan regional sukar dipisahkan satu sama lainnya. Hal itu terjadi karena suatu pendekatan akan membantu pendekatan lainnya.
2.    Pendekatan Ekologi {Ecological Approach}
Pendekatan ekologi adalah suatu metodologi untuk mendekati, menelaah, dan menganalisis suatu gejala atau masalah dengan menerapkan suatu konsep san prinsip ekologi.Ekologi manusia berkenaan dengan interelasi antara manusia dengan lingkungannya yang membentuk suatu sistem ekologi atau ekosistem.Geografi dapat dikatakan sebagai ilmu tentang ekologi manusia yang menjelaskan hubungan antara lingkungan alam dengan persebaran dan aktivitas manusia.
Pandangan dan penelaahan ekologi di arahkan kapada hubungan antara manusia sebagai makhluk hidup dengan lingkungan alam. Pendekatan ekologi dapat mengungkapkan masalah persebaran dn aktivitas manusia dengan lingkungan alamnya. Demikian pula daerah pertanian, daerah perindustrian, daerah perkotaan dan sebagainya.
3.    Pendekatan Kronologi {History Approach}
Pendekatan kronologi (history atau sejarah) dapat menjelaskan dimensi waktunya dan dapat pula menjelaskan pertumbuhan dan perkembangannya.Studi geografi dalam meneliti dan menganalisis gejala melalui konsep regional tidak hanya memperhatikan urutan waktu sebagai faktor ruang, melainkan juga harus memperhatikan tempat sebagai faktor historinya.Pendekatan kronologi suatu gejala atau masalah pada ruang tertentu dapat kita lakukan sebagai berikut:
a).      Mengkaji perkembangannya
b).      Melakukan prediksi proses gejala atau masalah tadi pada masa-masa yang akan datang
c).      Melakukan pengkajian dinamika dan perkembangan suatu gejala geografi di daerah atau wilayah tertentu.
Meneliti, menganalisis, dan mengadakan interpretasi peta suatu wilayah dengan menggunakan pendekatan historis, artinya dengan menggunakan peta perkembangan daerah berdasarkan urutan waktunya. Kita akan dapat melihat kecenderungan ke arah mana kota itu tumbuh berkembang.
4.    Pendekatan Sistem {System  Approach}
Pendekatan sistem adalah mode berpikir sintetik yang diterapkan kepada masalah yang merupakan suatu sistem (Nursid Sumaadja, 1981).Mode berpikir sintetik adalah mode berpikir yang didasarkan atas doktrin ekspansionisme. Doktrin ekspansionisme adalah cara meninjau suatu benda atau hal sebagai bagian dari keseluruhan yang besar. Pendekatan sistem diartikan sebagai suatu metodologi yang digunakan untuk mendekati, menelaah, dan mengkaji sistem gejala geografi dan sistem keruangan (spatial system).
D.           Prinsip-Prinsip Geografi
Prinsip geografi menjadi dasar pada uraian, pengkajian, pengungkapan gejala, variable, faktor dan masalah geografi.
1.        Prinsip Persebaran
Persebaran gejala dan fakta tidak merata dari satu wilayah ke wilayah lainnya.Kemudian kita gambarkan dan ungkapkan persebaran gejala dan fakta dalam ruang atau wilayah. Deng-an demikian, kita dapat mengungkapkan hubungan satu sama lainnya.
2.        Prinsip Interelasi (Hubungan)
Setelah kita mengetahui persebarannya dalam ruang atau wilayah, kita akan mengungkap-kan hubungan antara satu faktor dengan yang lainnya. Yaitu, hubungan antara faktor fisis dengan faktor fisis; faktor manusia dengan faktor manusia; dan faktor fisis dengan faktor manusia.Akhirnya, kita dapat mengetahui karakteristik gejala atau fakta geografi di suatu wilayah.
3.        Prinsip Deskripsi (Menjelaskan) atau Eksplanasi
Prinsip ini memberikan gambaran tentang gejala dan masalah yang dipelajari.Pelaksana-annya dapat melalui kalimat, peta, grafik, diagram, dan table. Deskripsi tersebut memberikan penjelasan tentang apa yang kita pelajari dan selidiki.
4.        Prinsip Spasial (Keruangan)
Prinsip ini meninjau gejala, fakta, dan maslah geografi dalam persebarannya, interelasi-nya, dan interaksinya dalam ruangan. Ruang adalah bagian permukaan bumi, baik keseluruh-an maupun hanya sebagian, termasuk juga:
a).      Atmosfer paling bawah (troposfer) yang berpengaruh terhadap permukaan bumi.
b).      Litosfer (lapisan batuan) sampai kedalaman tertentu.
c).      Hidrosfer, yaitu air dipermukaan bumi (air laut dan air di darat) dan air tanah.
d).     Organism (makhluk hidup), flora, fauna, dan manusia di permukaan bumi.
  
E.            Aspek Geografi
Untuk melakukan studi tentang berbagai aspek kehidupan dalam geografi maka harus dipelajari aspek-aspek secara geografi, yaitu pertanian, indusrti, permukiman, transportasi dan komunikasi, serta sumber daya.
1.         Aspek Pertanian
Berdasarkan tinjauan studi geografi, pertanian sebagai suatu sistem keruangan merupakan perpaduan subsistem fisis dengan subsistem manusia. Subsistem fisis, meliputi komponen-komponen tanah, iklim, hidrografi, topografi dengan segala proses alamiahny. Subsistem manusia meliputi tenaga kerja, kemampuan teknologi, tradisi, dan kemampuan ekonomi.Berikut ini kita akan mengkaji asosiasi berbagai variable pertanian dan diferensi pertanian.
ü  Pengkajian Asosiasi Variabe-Variabel Pertanian
Untuk menelaah hubungan dua variable pertanian, misalnya hubungan antara penggunaan pupuk per satuan luas dengan produktifitas pertanian atau antara produktivitas tersebut dengan jarak dari saluran utama pengairan setempat, kita dapat menganalisisnya.
ü  Pengkajian Diferensi Areal Pertanian
Analisis keruangan sector pertanian dilakukan terhadap areal pertanian yang cukup luas.Dari areal atau region pertanian yang cukup luas dapat ditentukan perbedaan-perbedaan areal yang lebih kecilberdasarkan macam-masam subsistem.Misalnya, keadaan pengairannya, jenis tanahnya, kemampuan teknologi pertaniannya, dan jenis pertanian yang dikembangkannya.
2.         Aspek Industri
Industri dalam arti sempit adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah menjadi barang jadi atau setengah jadi (manufacturing industry).Industri sebagai suatu sistem merupakan perpaduan subsistem fisis dengan subsistem manusia.Aspek industri tersebut terutama kepada interelasi keruangan komponen-komponennya dan kepada pengorganisasian ruang dalam mengembangkan industri tersebut.
ü  Penerapan Teknologi Tepat
Teknologi tepat (teknologi adaptif), yaitu ahli teknologi dari negara-negara maju yang disesuaikan dan diserasikan dengan pertimbangan-pertimbangan keadaan lingkungan masyarakat yang menerapkannya (Nursid Sumaadja, 1985).Penerapan teknologi adaptif pada sector industri, berarti :
·      Tepat, sesuai dan serasi dengan kondisi fisis-geografis wilayah yang akan dikembangkan industrinya
·      Tepat, sesuai, dan serasi dengan kondisi ekonomi setempat;
·      Tepat, sesuai, dan serasi dengan kondisi demografi setempat;
·      Dapat memberikan lapangan usaha dan lapangan kerja baru bagi penduduk setempat.
ü  Penentuan Lokasi dengan Persebarannya
Dalam hal ini, aspek keruangan industri menyangkut pemecahan masalah kepadatan penduduk, persebaran penduduk, pengembangan daerah pedesaan, penjagaan pelestarian lingkungan hidup, dan sebagainya.Pembangunan industri dilakukan untuk meningkatkan pendapatan nasional kesejahtraan penduduk, baik di pedesaan maupun di perkotaan.Sementara itu, lokasi persebaran industri ke daerah pedesaan harus sesuai dengan kondisi geografi daerah pedesaan yang bersangkutan.
ü  Diferensiasi Areal Industri
Diferensiasi areal industri di arahkan kepada pemilihan kawasan yang tepat dan sesuai dengan jenis industri yang akan dikembangkan dikawasan tersebut. Kawasan industri terdiri dari komponen-komponen yang mendukung pembangunan industri meliputi:
1)   Potensi sumber daya
2)   Kemungkinan pengembangan transportasi dan komunikasi
3)   Sumber daya energi
4)   Keadaan lahan
5)   Tenaga kerja
6)   Pengembangan teknologi
7)   Usaha menjaga kelestarian lingkungan
8)   Pemasaran lokal, nasional, dan luar negeri
3.         Aspek Permukiman
Permukiman adalah bagian bumi yang dihuni manusia, meliputi sarana dan prasarana yang menunjang kehidupan penduduk yang menjadi satu kesatuan dengan tempat tinggal yang bersangkutan. Pada mulanya, manusia memilih tempat tinggal atau permukiman dengan syarat-syarat:
·         Cukup air
·         Tanahnya subur
·         Mudah untuk lalu lintas dan angkutan
·         Mudah untuk menacari lapangan kerja
·         Terlindung dari binatang buas
4.         Aspek Transportasi dan Komunikasi
Transportasi adalah pemindahan benda maupun manusia dari satu tempat ke tampat lain. Komunikasi adalah pergerakan atau perpindahan bukan berbentuk benda, melainkan berupa berita, gagasan, buah pikiran, dan sebagainya.Transportasi dan komunikasi membawa pengaruh perkembangan dan perubahan fisik secara mental.Perkembangan dan pembangunan transportasi serta komunikasi dapat digunakan sebagai prasarana dan sarana untuk mengembangkan dan memajukan daerah terpencil.
5.         Aspek Sumber Daya
Sumber daya adalah semua potensi dan lingkungan yang dapat memenuhi kebutuhan hidup manusia. Persediaan ini akan menjadi sumber daya bilamana dapat digunakan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya (bahan pangan, tempat berlindung, penghangat badan, transportasi, dan sebagainya).Suatu potensi, baru akan menjadi sumber daya jika kemampuan budaya telah dapat memanfaatkannya. Kekayaan yang tersimpan di dalam bumi tidak akan berkembang atau belum bermanfaat jika kemampuan ilmu dan teknologinya belum di gunakan. Bagi bangsa yang tingkat ilmu dan teknologinya sudah maju atau tinggi, sumber daya yang berada di Negara lain sudah dapat di manfaatkan .
BAB III
PENUTUP
A.           Kesimpulan
Konsep Geografi adalah unsur penting dalam geografi untuk memahami kejadian atau fenomena yang terjadi dalam dunia geografi. Penjabaran fenomena ini selalu berkaitan dengan penyebaran,relasi,fungsi,bentuk dan proses.
Geografi berasal dari kata geographyca (bahasa Yunani).Geo artinya bumi dan graphein artinya tulisan, uraian, lukisan atau deskripsi (pemerian).Berdasarkan asal kata tersebut, geografi merupakan ilmu pengetahuan yang menuliskan, menguraikan, atau mendeskripsikan hal-hal yang berhubungan dengan bumi.
Konsep-konsep dasar Geografi dibagi menjadi sepuluh yaitu sebagai berikut:
1.      Konsep aglomerasi,
2.      Konsep diferensi area,
3.      Konsep interaksi dan interdepensi,
4.      Konsep jarak,
5.      Konsep keterjangkauan,
6.      Konsep keterkaitan keruangan,
7.      Konsep lokasi,
8.      Konsep morfologi,
9.      Konsep nilai kegunaan,
10.  Konsep pola,
  

DAFTAR PUSTAKA
http://desyrahmawati93.blogspot.com/2011/12/konsep-dasar-geografi.html
Ullman (1954), “Geografi adalah interaksi antar ruang” Dalam buku Geography
a Spatial Interaction.
Maurice Le Lannou (1959).“Objek study geografi adalah kelompok manusia dan
organisasinya di muka bumi”Buku : La Geographie Humaine.

Konsep Dasar Geografi

Read More

Copyright © 2015 Kumpulan Materi Pelajaran | Distributed By Blogger Template | Designed By Blogger Templates
Scroll To Top